Rabu, 11 Desember 2013

Tugas 6 Sistem Operasi Wahyudi

Tugas Sistem Operasi

Nama : Wahyudi Nugroho
NIM    : 201281159
Tugas : 6
Sesi    : 02

 

1. Apa yang Dimaksud Dengan Pemrograman Shell?

 Pemrograman shell Yaitu menyusun atau mengelompokkan beberapa perintah shell (internal atupun eksternal command) menjadi kumpulan perintah yang melakukan tugas tertentu sesuai tujuan penyusunnya. Kelebihan shell di linux dibanding sistem operasi lain adalah bahwa shell di linux memungkinkan kita untuk menyusun serangkaian perintah seperti halnya bahasa pemrograman (interpreter language), melakukan proses I/O, menyeleksi kondisi, looping, membuat fungsi, dsb.


2. Dasar-Dasar Pemrograman Shell

Berikut adalah beberapa perintah dasar dalam shell programming di linux
·    cd, pwd, times, alias, umask, exit, logout, fg, bg, ls, mkdir,  rmdir, mv, cp, rm, clear, ...
·    utilitas seperti cat, cut, paste, chmod, lpr,...
·    redirection (cara mengirim output ke file atau menerima input  dari file), menggunakan operator redirect >, >>, <,<<,  contohnya:
ls > data
hasil ls dikirim ke file data, jika file belum ada akan dibuat tetapi jika sudah ada isinya akan ditimpa.
ls >> data
hampir sama, bedanya jika file sudah ada maka isinya akan ditambah di akhir file.
cat < data
file data dijadikan input oleh perintah cat
·   pipa (output suatu perintah menjadi input perintah lain), operatornya : | , contoh:
ls -l | sort -s
ouput perintah ls -l (long) menjadi input perintah sort -s (urutkan secara descending), mending pake ls -l -r saja :-)
ls -l | sort -s | more
cat <data | sort > databaru


3. Manajemen Input & Output Pada Shell

I/O merupakan hal yang mendasar dari kerja komputer karena kapasitas inilah yang membuat komputer begitu berdayaguna. I/O yang dimaksud adalah device yang menangani masukan dan keluaran, baik itu berupa keyboard, floppy, layar monitor,dsb. sebenarnya kita telah menggunakan proses I/O ini pada contoh -contoh diatas seperti statement echo yang menampilkan teks atau informasi ke layar, atau operasi redirect ke ke file. selain echo, bash menyediakan perintah builtin printf untuk mengalihkan keluaran ke output standard, baik ke layar ataupun ke file dengan format tertentu, mirip statement printf kepunyaan bahasa C atau perl. berikut contohnya:

-   Input

        #!/bin/bash
        #rd1
         
        echo -n "Masukkan Nama Anda :"
        read nama;
         
        echo    "Hi $nama,  apa kabar mu";
        echo    "Pesan dan kesan anda:";
        read
        echo    "kata $nama, $REPLY";
-   Output Dengan Printf

           
        #!/bin/bash
        #pr1
         
        url="pemula.linux.or.id";
        angka=32;
         
        printf "Hi, Pake printf ala C\n\t\a di bash\n";
        printf "My url %s\n %d decimal = %o octal\n" $url $angka       
        $angka;
        printf "%d decimal dalam float = %.2f\n" $angka $angka


4. Variabel Pada Shell

  variabel shell adalah variabel yang dapat mempunyai nilai berupa nilai string. tata penulisan variabel adalah sebagai berikut : nama_var=nilai_var variabel harus dimulai oleh huruf alfabet, disusul dengan alfanumerik dan karakter lain. variabel dapat ditulis dengan huruf besar atau kecil atau gabungan keduanya. shell membedakan huruf besar dan huruf kecil (case sensitive)
contoh:

vpt  =poltek => ##error
vpt=  poltek => ##error

untuk melihat  nilai/isi dari sebuah variable, gunakan tanda $ didepan nama variable tersebut. pada shell, instruksi echo dapat menampilkan isi variable tersebut.
contoh :
     
vpt=poltek
echo $vpt
gaji=5000000
echo $gaji
echo $vpt $gaji
     
bila menggunakan string yang terdiri dari lebih dari satu kata, maka string tersebut harus berada dalam tanda kutip atau apostrof, contoh: vpt=poltek, vpt2="poltek elektronika ITS"


5. Struktur Kontrol Pada Shell

 Statement builtin if berfungsi untuk melakukan seleksi berdasarkan suatu kondisi tertentu.
syntax :

if test-command1;
   then
     perintah1;
elif test-command2;
   then
      perintah2;
else
      alternatif_perintah;
fi

contoh script if1:

#!/bin/bash
#if1

clear;
if [ $# -lt 1 ];
   then
     echo "Usage : $0 [arg1 arg2 ...]"
     exit 1;
fi

echo "Nama script anda : $0";
echo "Banyak argumen   : $#";
echo "Argumennya adalah: $*";

statement dalam blok if...fi akan dieksekusi apabila kondisi if terpenuhi, dalam hal ini jika script if1 dijalankan tanpa argumen. kita tinggal membaca apakah variabel $# lebih kecil (less than) dari 1, jika ya maka eksekusi perintah di dalam blok if ..fi tsb. perintah exit 1 akan mengakhiri jalannya script, angka 1 pada exit adalah status yang menandakan terdapat kesalahan, status 0 berarti sukses, anda dapat melihat isi variabel $? yang menyimpan nilai status exit, tetapi jika anda memasukkan satu atau lebih argumen maka blok if...fi tidak akan dieksekusi, statement diluar blok if..filah yang akan dieksekusi.
contoh script if2:

#!/bin/bash
kunci="bash";
read -s -p "Masukkan Password Anda: " pass
if [ $pass==$kunci ]; then
    echo "Selamat, anda layak dapat linux"
else
    echo "Maaaaf, Anda Gagal";
fi


6. Array Pada Shell

 Array pada shell adalah kumpulan variabel dengan tipe sejenis, dimana array ini merupakan feature Bash yang cukup indah dan salah satu hal yang cukup penting dalam bahasa pemrograman, anda bisa membayangkan array ini sebagai tumpukan buku - buku dimeja belajar. lebih jelasnya sebaiknya lihat dulu contoh script berikut:

#!/bin/bash
#array1
benda=(Pensil,Buku,Penggaris);
echo ${benda[*]}


7. Function Pada Shell

merupakan bagian script atau program yang berisi kumpulan beberapa statement yang melaksanakan tugas tertentu. dengan subrutin kode script kita tentunya lebih sederhana dan terstruktur, karena sekali fungsi telah dibuat dan berhasil maka akan dapat digunakan kapan saja kita inginkan. beberapa hal mengenai fungsi ini adalah:
Memungkinkan kita menyusun kode script ke dalam bentuk modul-modul kecil yang lebih efisien dengan tugasnya masing-masing.
Mencegah penulisan kode yang berulang - ulang.
untuk membuat subrutin shell telah menyediakan keyword function seperti pada bahasa C, akan tetapi ini bersifat optional (artinya boleh digunakan boleh tidak).
syntax :

function nama_fungsi() { perintah; }

contoh :

#!/bin/bash
function say_hello() {
echo "Hello, apa kabar"
}
#panggil fungsi
say_hello;
#panggil sekali lagi
say_hello;

Tidak ada komentar:

Posting Komentar